Saturday, September 14, 2013

Piknik di Taman Kota Monas Bersama Teman-teman Kantor

Kenapa memilih Taman Kota?

Keberadaan taman yang bersih dan sejuk di tengah kota bagaikan oase segar di padang pasir. Jadi, taman kota dapat menjadi destinasi alternatif liburan di akhir pekan. 


Secara ekologi taman kota berperan dalam menjaga kualitas lingkungan kota. Pepohonan yang terdapat disekitarnya dapat menjaga keseimbangan ekologis, pepohonan menjadi penyaring udara yang dihasilkan oleh knalpot-knalpot kendaraan, dan sebagai filter pencemaran gas lainnya. Dan banyaknya pepohonan memberikan kontribusi pelepasan O2 yang dibutuhkan oleh manusia untuk bernafas. Secara fungsi hidrologis, taman kota merupakan daerah resapan air dan mereduksi potensi banjir. Banyaknya pepohonan mengakar dapat meresap air kedalam tanah sebagai cadangan air tanah. Hal ini berarti meningkatkan pasokan air bersih untuk dikonsumsi oleh masyarakat. Secara estetika, taman kota dapat mempercantik tampilan suatu kota dan merupakan perlambangan diri kota tersebut. Dan taman kota menjadi penting karena ikut berperan serta didalam pengembangan budaya kota, pendidikan dan menjadi pusat kegiatan masyarakat. Ruang hijau ditaman kota dapat membantu melepas jenuh dan memberikan ketenangan tersendiri. Wisata taman kota juga merupakan salah satu wisata alternatif yang murah dan bisa dilakukan bersama keluarga atau teman-teman. 

Karena saya dan teman-teman tinggal di Jakarta, berikut ini beberapa referensi taman kota yang terletak di Jakarta:
- Taman Ayodya
- Taman Suropati
- Taman Situ Lembang
- Taman Monas (Pilihan piknik pertama kita)
- Taman Barito
- Taman Marta Tiahahu
- Taman Menteng

Taman Monas, Here We Go!!

Taman Monas terletak di jantung kota Jakarta dan merupakan salah satu taman terluas  di tengah taman yang terdapat monumen nasional yang dibangun pada tahun 1963. Ide pembuatan taman ini sudah dimulai oleh Gubenur Jendral Belanda Herman William Daendels 1870 dan selesai pada tahun 1910 diberi nama Koningsplein

Monas mengalami lima kali pergantian nama, Sebelumnya bernama Lapangan Gambir, Lapangan Ikada, Lapangan Merdeka, Lapangan Monas, dan Taman Monas. Ternyata 38 kg emas yang dipajang di puncak tugu Monas, 28 kg diantaranya adalah sumbangan dari Teuku Markam, salah seorang saudagar Aceh yang pernah menjadi orang terkaya Indonesia.
Nah, Sabtu ini saya dan teman-teman kantor berwisata ke taman kota Monas. Ini nih buktinya:



Tips liburan ke taman kota

1. Bawa alas duduk

Alas duduk seperti tikar bakal membuat kamu nyaman saat berwisata ke taman kota. Gelarlah alas duduk di bawah pohon yang rindang atau di lapangan yang luas. Hal ini akan membuat kamu dan keluarga bisa bersantai lebih lama di taman kota. Di monas juga ada penyewaan tikar. Kita sewa tikar di monas dengan harga Rp 5.000/tikar, untuk 7 orang kita sewa 3 tikar.

Sebelum menggelar alas duduk, ada baiknya bacalah beberapa peraturan di taman kota. Ingat, untuk tidak duduk dan bersantai di atas rerumputan yang telah dicantumkan larangan untuk menginjaknya. Dan jangan menggelar tikar di bawah pohon kelapa untuk menghindari jatuhnya kelapa dan tangkai pohon. Pengalaman pribadi nih, hampir saja kita kejatuhan tangkai pohon kelapa. Alhamdulillah kita duduk agak menjauh dari pohon kelapa. Sebelumnya malah di bawah pohon kelapanya.. eheheh.

2. Cek dulu rumput di sekitar kamu

Ada baiknya, kamu selalu memperhatikan rumput sekitar sebelum hendak duduk atau menggelar tikar. Sebab, bisa saja ada kotoran hewan di sana!

Untuk itu, jangan pernah malas untuk melihat kondisi rumput atau tempat kamu duduk di taman kota. Kotoran hewan tersebut bisa berasal dari kucing, anjing, atau juga burung. Awas, jangan sampai terkena 'ranjau' ya.

3. Bawa makanan dan minuman

Beberapa taman kota dipadati deretan penjaja makanan. Meski begitu, tak ada salahnya kamu membawa bekal makanan saat traveling ke taman kota. Selain kesehatan yang lebih terjamin, kamu pun bisa menghemat kocek. 



Kalo kamu akan piknik bersama teman-teman, asyiknya kalo satu orang membawa salah satu jenis makanan untuk dinikmati bersama, misalnya kamu bawa menu sayuran dan teman-teman kamu ada yang bawa nasi, menu lauk pauk, atau desert. Untuk referensi bekal piknik, berikut ini menu bekal yang hari ini kita bawa:

Menu Appetizer:
- Salad sayur

Menu Main course:
- Nasi
- balado puyuh dan tahu
- Tempe mendoan
- Tahu goreng
- Sushi
- Capjae
- Ikan peda tumis pedas jagung manis

Menu Desert:
- Lanting
- Buah-buahan

Minuman:
- Juz Strawberry
- Air putih

Bawalah bekal makanan dan minuman secukupnya. Setelah perut kenyang, jangan lupa untuk membuang sampah bekas makanan ke tempat sampah yang telah disediakan.

Sebenarnya banyak pedagang yang menjajakan makanan di Monas. Tapi kalau ada satpol PP yang melakukan operasi pedagang liar, maka tidak ada pedagang yang jualan. Saat kita piknik banyak satpol PP yang mengejar-ngejar para pedagang di Monas. Kita sampai ikut deg-degan. Eheheh. Saat ini memang belum ada tempat sewa resmi yang menjajakan makanan di dalam Monas. Tetapi pemprov Jakarta sudah berencana menyediakan tempat khusus untuk menampung para usaha kecil menengah (UKM) di Monas.

4. Bawa kantong plastik

Mungkin, ada beberapa taman kota yang tidak memiliki banyak tempat sampah. Ini pasti membuat kamu bingung untuk membuang sampah. Untuk itu, siapkan kantung plastik untuk menampung sampah-sampah sisa makanan atau minuman. Setelah kamu membungkusnya dengan plastik. Susurilah taman kota untuk mencari tempat sampah.

5. Perhatikan barang bawaan

Waspadalah kemana pun Kamu melangkah saat traveling, termasuk ketika mengunjungi taman kota. Apalagi kalo kamu wisata ke taman kota sendirian. Jaga barang-barang Kamu dengan benar, seperti menaruh dompet di dalam tas, atau selalu melakukan cek ulang sebelum meninggalkan tempat.

Selain itu, ada baiknya Kamu tidak memakai perhiasan yang terlalu mencolok saat liburan ke taman kota. Simpan barang berharga Kamu untuk menghindari dari tindak kriminalitas.


6. Bawa perlengkapan sholat bagi muslim

Karena di alam terbuka seperti di Monas jarak antara tempat piknik dan mushola/masjid agak jauh, jadi lebih baik bawa perlengkapan sholat. Sedangkan untuk berwudhu biasanya taman kota menyediakan toilet umum. Kamu bisa nikmati beribadah di alam yang sejuk.

7. Siapkan perangkat musik dan buku bacaan

Taman kota menjanjikan suasana yang lebih tenang dan sejuk. Pepohonan rimbun dan rerumputan dijamin mampu mengusir rasa stress Kamu. Oleh sebab itu, tak ada salahnya Kamu menghabiskan waktu dengan mendengarkan musik atau membaca buku di sana.

Bawalah buku bacaan favorit Kamu, entah itu novel atau sekedar komik. Lalu, pasanglah headset dari perangkat musik seperti mp3, iPhone, atau ponsel untuk mendengarkan lagu. Setelah itu, barangkali kamu bisa mendapat inspirasi tak terduga.

8. Siapkan kostum lucu

Tak hanya untuk bersantai, taman kota adalah destinasi seru bagi kamu yang narsis. Jangan malu, kamu bisa berfoto sepuasnya dengan berbagai macam gaya dan kostum di taman kota.

Siapkan kamera dan bawalah kostum-kostum lucu yang kamu punya. Lalu, carilah spot terbaik untuk mendapatkan angle yang sempurna. Setelah itu, bergayalah dan tersenyum di depan kamera

Sebagai inspirasi dibawah ini foto piknik bersama teman-temanku dengan dresscode bertema bunga :)

3 comments:

Unknown said...

Ahaaaaaa
Nice posting.... potoku byk di dalamnya

Unknown said...

Ahaaaaaa
Nice posting.... potoku byk di dalamnya

nengpuri said...

aaaahhhh aku bener pengen ikuuutttaaaannnn..ditunggu kabar next pikniknya yaaaaaa ^^

Post a Comment

 
;