Tuesday, February 15, 2011 1 comments

Novel Kesukaan??

Kamu suka baca novel??

Iyap, aku suka banget.

Tapi, lantas jangan sangka aku punya banyak buku novel yah, malah koleksi buku-buku aku seputar dunia IT
(karena kuliah di jurusan
Sistem
Informasi
).

Saat ini, Aku punya satu buku novel judulnya "Dilatasi Memori" yang merupakan sekuel kedua dari Diorama Sepasang Al-Bana.

Aku sering baca novel biasanya dari perpustakaan, pinjam teman (ini yang paling sering), numpang baca di toko buku (enak na kalo di gramedia
), dan download e-book ato baca sekilas dari google books.

Novel apa aja??

Banyak, kecuali novel horor

Kalo di data dari novel zaman main gundu waktu di sekolah dasar sampe maen sudoku di komputer. Mungkin udah lebih dari ratusan buku.

Zaman SD: Lebih suka yg berbau2 lucu, legenda, dan dongeng. Seperti: Lupus, Cinderella, Asal-usul Banyuwangi, dll

Zaman MTS: Lebih suka yg beraroma cinta2 dan Harry Potter. Seperti: Dealova, Me Vs High Heels, Fairish, dan novel-novel Teenlit lainnya.

Zaman MA-sekarang: Lebih suka sama Novel-novel Islami dan Teknologi. Seperti: Ayat-ayat Cinta, Ketika Cinta Bertasbih, Diorama Sepasang Albana, Dilatasi Memori, dan buku karangan Dan Brown (Da Vinci Code, Angels & Demons, Deception Point, & Digital Fortress)

Novel horor ndak suka karena aku emang orangnya penakut, begitupun juga aku ndak suka nonton filem horor. Mending baca komik atau nonton doraemon deh. Hehehe ;D


Paling Suka? Novelnya siapa?

Umh bnyak, salah satu judulnya Diorama Sepasang Al-Bana karangan Ari Nur. Aku suka baca novel itu karena ceritanya mengalir. Yang menceritakan sepasang manusia berbeda cara pandang dalam memahami kehidupan sanggup bertautan, bergandengan dan hidup menggapai impian.

Aku masih terkagum dengan sosok Ryan Fikri dalam novel tersebut, seorang eksekutif muda yang soleh, tampan, genius dan kaya. Walaupun sikapnya sedingin gunung Es.

Aku baca itu novel, waktu masih mondok. Dan sekarang aku coba cari-cari buku itu di gramedia, ternyata sudah gak ada. Aku cari di internet kok covernya beda yah. Bagusan yang dulu cover nya berwarna merah muda dan lebih simple.

Umh, ingin rasanya mendapatkan buku diorama sepasang al-bana dengan cover warna merah muda itu. Alhmdlh, aku punya sekuel keduanya yg judulnya "Dilatasi Memori" dan dengan cover lama yang tampak elegan berwarna putih.
Tuesday, February 8, 2011 0 comments

Kesederhanaan yang begitu megah

Dunia itu luas melebihi kepakan sayap merpati..
Hidup itu sebuah misteri dari teka-teki simfoni..
Mata kita buta menelusuri raga, namun hati kita terang satu sama lain..
Begitu indah kilaunya, saling menghangatkan, saling mendekap, saling mengecup, saling menggenggam, saling menyempurnakan..
Ah.. sulit rasanya bila dilukiskan dengan tulisan seorang bodoh ini..
Apalah daya jemari ini, hanya menari bersenandung tentang kita..
Ingin kujelajahi samudera demi bertemu para penjaga hati..
Begitu unik, begitu sederhana..
Tidak diperlukan banyak syarat, namun kita dapat saling memeluk..
Tidak diperlukan banyak syarat, namun kita dapat saling tertawa..
Ah.. indahnya rasa ini.. begitu hangat membelai relung jiwa..
Coba kau renungkan, dalam kedamaian, dalam ketenangan
Apa yang kau rasakan hingga kau berlabuh di hati satu sama lain?
Apa gerangan yang kau impikan, hingga kau bermain bersama bidadari dan pangeran dari negeri khayal?
Sungguh sederhana..
Begitulah kita..
Kesederhanaan yang mampu mengalahkan api dan badai..
Kesederhanaan yang merajut impian, tawa, sedih, harap, dan bahagia..
Kesederhanaan yang begitu mewah, begitu spektakuler..
Kini dan kamu saling memiliki..tak terputus oleh goncangan hebat sekalipun..
Aku yang mencintaimu karena Allah..duhai saudaraku..

Monday, February 7, 2011 1 comments

Dari Allah, kita belajar Kasih Sayang yang abadi dan sempurna

Dari Air, kita belajar ketenangan.
Dari Batu, kita belajar ketegaran.
Dari Tanah, kita belajar kehidupan.
Dari kupu-kupu, kita belajar bermetamorfosis menjadi lebih indah.
Dari Padi, kita belajar rendah hati.
Dari Allah, kita belajar Kasih Sayang yang abadi dan sempurna.
Melihat ke atas: memperoleh semangat untuk terus maju.
Melihat ke bawah: bersyukur atas semua yang ada.
Melihat ke samping: semangat kebersamaan.
Melihat ke belakang: sebagai pengalaman yang berharga.
Melihat ke dalam: kita dapat instropeksi diri.
Melihat ke depan: untuk menjadi lebih baik.

 
;